Kimchi adalah makanan tradisional Korea, salah satu jenis asinan sayur hasil fermentasiudang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah. yang diberi bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang dibuat dari
Sayuran yang paling umum dibuat kimchi adalah sawi putih dan lobak. Di zaman dulu, kimchi diucapkan sebagai chim-chae (Hangul: 침채; Hanja: 沈菜) yang berarti "sayuran yang direndam."
Di Korea, kimchi selalu dihidangkan di waktu makan sebagai salah satu jenis banchankimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan lain. yang paling umum. Kimchi juga digunakan sebagai bumbu sewaktu memasak sup kimchi.
Bibimbap atau Bibimbab adalah makanan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur, dan sambal gochujang. Namanya secara harafiah berarti "nasi campur" dari kata 비빔 (campur) dan 밥 (nasi). Sebelum dimakan, nasi dan lauk diaduk menjadi satu.
Bibimbap yang dihidangkan dalam mangkuk dari batu yang sudah dipanaskan disebut Dolsot Bibimbap (돌솥 비빔밥, "dolsot" berarti "mangkuk batu"). Panas dari mangkuk batu akan mematangkan telur mentah yang diletakkan di atas nasi sebagai lauk. Sebelum nasi dimasukkan, minyak wijen dituangkan di dasar mangkuk batu agar terbentuk lapisan kerak nasi yang harum dan garing di dasar mangkuk.
Bumbu bulgogi adalah campuran kecap asin dan gula ditambah bumbu lain bergantung pada resep dan daerahnya di Korea. Sebelum dimakan, daun selada digunakan untuk membungkus bulgogi bersama kimchi, bawang putih, atau penyedap lain sesuai selera.
Di Jepang, makanan yang sejenis disebut Yakiniku. Dibandingkan dengan Yakiniku, bumbu daging untuk bulgogi dibuat lebih manis. Air pada bumbu cukup banyak sehingga daging tidak dipanggang di atas plat besi (teppan), melainkan di atas panci datar.
Kalbi atau Galbi adalah makanan Korea berupa daging iga sapi yang dipotong pendek-pendek. Dalam bahasa Korea, kalbi atau galbi berarti iga (short ribs) atau daging yang ada di sekitar tulang iga. Terkadang, makanan ini juga bisa dibuat dengan memakai iga babi. Kalbi bisa dibumbui atau dimasak tanpa bumbu. Bila dibumbui, biasanya daging iga direndam di dalam saus yang terbuat dari sari buah pir asal Asia, anggur beras (rice wine), kecap asin, bawang putih, minyak wijen, dan gula. Saus ini bisa dibuat lebih pedas atau lebih jernih sesuai selera.
Ketika dipanggang, daging iga biasanya diiris sepanjang tulangnya. Hal ini supaya saus tadi bisa meresap ke dalam daging dengan lebih cepat, daging bisa matang lebih cepat, dan daging bisa lebih mudah dikonsumsi dengan sumpit setelah matang. Di Korea dan beberapa negara lainnya, daging iga untuk kalbi yang sudah diiris telah tersedia di pasar swalayan dan toko daging.
Kalbi biasanya disajikan di rumah makan yang dikenal dengan nama Kalbijip (rumah kalbi). Pengunjung memanggang sendiri daging kalbi di atas pemanggang yang ada di masing-masing meja. Daging ini kemudian dibungkus dengan daun selada, daun perilla, atau daun sayur-sayuran lainnya. Sebelum dimakan, daging yang sudah dibungkus daun dicelupkan lebih dulu di dalam ssamjang, yakni saus yang terbuat dari adonan ragi tahu dan cabe merah.
Samgyeopsal adalah daging babi yang dipanggang di atas pan khusus grilling. Saat dimakan, biasanya dicolekkan ke minyak wijen yang diberi garam.
kelezatan sannakji, adalah hidangan yang sangat istimewa, karena seafood tidak benar-benar mati. Hidup bayi gurita yang diiris dan dibumbui dengan minyak wijen. Tentakel masih menggeliat-geliat ketika hidangan ini disajikan dan, jika tidak dikunyah dengan hati-hati, tentakelnya dapat menempel pada mulut dan tenggorokan.
Hoe (IPA: [hö] 회): makanan laut mentah yang dicelupkan dengan saus cabai (gochujang) atau dengan kecap asin ditambah wasabi, lalu dimakan dengan daun selada.
Makchang (막창): jeroan babi panggang yang disajikan seperti samgyeopsal dan galbi. Makanan jenis ini khas Daegu dan propinsi Gyeongsang.
Gobchang (곱창): sama dengan makchang, namun dengan jeroan babi atau sapi muda.
Gujeolpanmerupakan salah satu masakan tradisional dan tergolong masakan istana. Apalagi rupa masakan ini indah sekali. Biasanya masakan ini disajikan dalam piring dari kayu yang terbagi 9 bagian dan diisi dengan delapan bahan baik sayuran maupun daging selain lembaran datar tepung terigu. Nama masakan Gujeolpan ini berasal dari piring kayu yang terbagi 9 bagian tersebut. Masakan ini disajikan setiap kali ada jamuan makan dan membuat suasana lebih meriah karena tiap orang makan dengan membungkus sayur-sayur dan daging dengan lembaran datar tepung terigu yang sudah disiapkan di meja makan. Belakangan ini lembaran datar tepung terigu itu diganti dengan irisan lobak yang sudah direndam dalam air cuka dan gula. Gujeolpan dengan irisan lobak memberikan rasa segar dan menolong pencernaan juga.
Sinseollo adalah campuran pan- digoreng daging sapi, ikan - kue, dan sayur - sayuran rapi diatur dalam sebuah basi oleh warna dan direbus dalam kaldu berbumbu Gujeolpan.It has thin strip dari pan - fried beef, mushrooom, wortel, telur, ketimun, dan sayur - sayuran lainnya diatur dalam sembilan bagian kayu hidangan. Kemudian tipis crepes gandum dibagian tengah digunakan untuk bungkus barang yang lain.
Budae jjigae (harfiah;sup pangkalan militer) adalah masakan Korea yang dibuat dari sup yang dimasak dengan ham dan daging kalengan.
Masakan ini bermula pada saat berakhirnya Perang Korea ketika rakyat kekurangan bahan pangan. Pada saaat itu rakyat yang tinggal di Uijeongbu, provinsi Gyeonggi, memanfaatkan kelebihan bahan makanan dari pangkalan militerAmerika Serikat yang berupa daging kalengan dan ham. Mereka mengkombinasikan bahan-bahan ini dengan kuah masakan Korea yang berbumbu gochujang yang pedas dan merebusnya dalam panci besar.[1] Lama kelamaan masakan baru yang sederhana dan mudah dibuat ini menjadi terkenal dan sering diasosiasikan dengan kota Uijeongbu sehingga disebut juga dengan uijeongbu jjigae.
Pada saat ini masakan budae jjigae sangat populer di Korea Selatan. Banyak restoran yang menyajikan hidangan ini dengan variasi-variasi baru dengan menambahkan bahan-bahan sayuran, jamur, mie instan ramyeon, tteok, kimchi, makaroni, keju dan sebagainya.
Doenjang adalah jenis makanan fermentasi yang berasal dari Korea. Doenjang dibuat dari pasta kacang kedelai yang direbus dan dikeringkan di panas matahari dalam bentuk persegi (blok). Bentukan doenjang yang dikeringkan ini dinamakan Meju. Dalam proses pengeringan ini muncul jejamuran yang menandakan telah terjadinya proses fermentasiGanjang. dan menimbulkan bau yang menyengat. Setelah dikeringkan blok-blok doenjang ini dipindahkan ke tempat yang lebih hangat agar proses ferementasi berlangsung lebih cepat. Setelah itu dimasukkan ke dalam tempayan besar yang diisi dengan air garam. Air garam ini menyebabkan terjadinya fermentasi yang lebih baik lagi, yaitu melehkan bentuk meju yang tadinya keras menjadi pasta kacang khas Korea. Jika pasta kacang dipisahkan dengan air dari hasil fermentasi tadi, akan menghasilkan kecap khas Korea yang disebut
Doenjang biasanya dibuat secara manual di rumah-rumah orang Korea, terutama di pedesaan. Cara pembuatan doenjang secara manual hanya menggunakan air garam sementara doenjang buatan pabrik dibuat dengan menambahkan tepung gandum. Bahkan ada yang sengaja menambahkan komposisinya dengan ikan anchovy (ikan laut) agar rasanya semakin lezat.
Doenjang yang dimakan dengan bawang putih, minyak wijen, dan gochujang (pasta cabai Korea) yang dibungkus dengan sayur dinamakan ssamjang (tanpa nasi) atau ssambap (ditambah nasi).
Doenjang juga populer dimasak sebagai sup, yaitu Doenjangjjigae (sup doenjang) yang biasanya berisi tahu dan bumbu seperti bubuk cabai, jamur, makanan laut dan daging
Doenjang memiliki gizi yang tinggi karena dihasilkan dari proses fermentasi yang bersifat anti kanker, selain itu juga memiliki sumber mineral dan flavonoid yang bersifat antioksidan.
Cheonggukjang jjigae (청국장찌개): sup yang dibuat dari pasta kacang kedelai fermentasi yang berbau menusuk.
Gamjatang (감자탕, "sup kentang"): sup pedas tulang babi, dengan sayuran dan kentang.

Haejangguk (해장국): sup tulang babi dengan sayuran, kol kering, dan puding darah sapi. Cerita menyebutkan bahwa makanan ini ditemukan oleh sebuah restoran di Jongno (Seoul) setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Janchi guksu – mi yang disajikan dengan kaldu ikan, tulang sapi atau kombu. Janchi guksu bermakna bakmi pesta karena masakan ini seringkali dihidangkan pada saat acara pesta seperti ulang tahun, perkawinan, atau hwangab (ulang tahun ke-60). Topping janchi guksu adalah irisan telur goreng, gim (rumput laut kering) dan zucchini.
Jeongol adalah makanan Korea berupa berbagai sup yang direbus di dalam panci besar, dan dihidangkan di tengah-tengah meja untuk dimakan bersama. Dibandingkan dengan jjigae yang hanya berisi satu jenis bahan utama, bahan untuk isi jeongol biasanya jauh lebih beragam.[1] Berbeda dari jjigae yang bermula dari makanan rakyat, jeongol seperti halnya gujeolpan bermula dari makanan untuk kalangan bangsawan atau anggota keluarga kerajaan.
Makanan ini biasanya berisi irisan daging sapi, jeroan, berbagai jenis makanan laut, dan ditambah berbagai jenis sayuran, jamur, dan bumbu-bumbu lain. Semua bahan direbus bersama di dalam panci dangkal untuk memasak jeongol yang disebut jeongolteul (전골틀). Makanan ini umumnya dibuat pedas karena diberi bumbu gochujang dan bubuk cabai. Selain itu, jenis kaldu yang digunakan untuk merebus bergantung kepada bahan utama yang menjadi isi sup.
Kimchi jjigae adalah makanan Korea berupa sup pedas yang direbus di dalam panci bersama kimchi dan air cabai dari kimchi. Sup ini berisi sayuran (sawi putih, daun bawang), tahu, dan makanan laut atau daging babi.
Kimchi jjigae merupakan masakan yang sering dibuat orang Korea di rumah sebagai lauk teman makan nasi. Bahan-bahan untuk sup mudah didapat, dan membuatnya tidak sulit. Kimchi yang sudah masam menghasilkan sup dengan aroma yang kuat dan biasanya menjadi lebih enak. Penjual kimchi umumnya membedakan antara kimchi baru dan kimchi masam yang sudah lebih lama terfermentasi.
Sup ini dihidangkan di tengah-tengah meja bersama pancinya dengan pelengkap sejumlah banchan. Panci biasanya berukuran cukup besar untuk memuat sup yang cukup untuk dimakan bersama oleh dua orang atau lebih. Di rumah makan, sup ini juga disajikan dalam panci keramik berukuran kecil (dook bae ki, 뚝배기) untuk porsi satu orang.
Sundubu jjigae (순두부 찌개): sup tahu (dubu) pedas.



lucu ya blouse nya..ART bgt sumpah!!! mau bgt nih gue. Ga banyak warna tapi OK dah. Chic chic simple gmnaaaa.... gtu lah.NICE

















